Tuesday, January 29, 2013

Jurusan-jurusan Favorit di Unpad

0 comments
Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung akan menerima mahasiswa baru melalui dua jalur yang telah ditentukan yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Menurut Unpad ada enam jurusan favorit yang masing-masing peminatnya berkisar 2-3 ribu pendaftar. Dua dari jurusan IPA, dan empat dari IPS.



1. Ilmu Komunikasi
Pilihan favorit pertama tertuju ke program studi Ilmu Komunikasi. Tahun ini kuota yang diberikan untuk 360 mahasiswa baru. Mereka berasal dari 287 orang dari peserta yang lolos ujian tertulis SNMPTN dan SMUP, serta 73 pelajar dari jalur undangan. Tahun lalu peminatnya mencapai 3.213 orang.

2. Kedokteran
Jurusan kedokteran menempati urutan kedua yang diminati 3.443 orang calon pada tahun lalu. Pada tahun ini jurusan ini memberi 156 kursi bagi mereka yang lolos ujian tertulis dan 42 orang dari jalur undangan.

3. Manajemen
Di tempat ketiga ada jurusan menejemen. Pada tahun lalu jurusan ini diperebutkan 2.794 peminat. Daya tampungnya tahun ini 125 orang dari ujian SNMPTN dan SMUP serta 31 orang dari jalur undangan.

4. Akuntansi
Peringkat keempat ada ilmu akuntansi. Pada tahun lalu jurusan ini diperebutkan 2.887 orang. Daya tampungnya tahun ini 125 orang dari ujian SNMPTN dan SMUP serta 31 orang dari jalur undangan.

5. Hukum
Program studi Ilmu Hukum tahun ini menyediakan jatah 324 kursi dari ujian tertulis SNMPTN dan SMUP serta 77 orang dari jalur undangan. Tahun lalu peminatnya 2.545 orang.

6. Farmasi
Adapun jurusan Farmasi yang tahun lalu diminati 2.017 orang, tahun ini daya tampungnya 108 orang dari jalur ujian tulis, dan 27 orang peserta jalur undangan.
Read more
Sunday, January 27, 2013

Unpad Buka 2 Jalur Seleksi PTN 2013

0 comments
Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menerima mahasiswa baru melalui dua jalur yang telah ditentukan yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Informasi terkait tentang kedua jalur tersebut dapat dibuka di laman http://snmptn.ac.id/. Untuk kuota kedua jalur tersebut, Unpad sendiri mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana, dimana berdasarkan ketentuan tersebut, Unpad akan menerima sekitar 60% mahasiswa baru melalui SNMPTN dan sisanya sebesar 40% diambil melalui jalur ujian tulis SBMPTN.

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia dalam Jumpa Pers Sosialisasi PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) tahun 2013 menyampaikan bahwa Unpad memiliki daya tampung mahasiswa baru sekitar 7000 orang, maka 60 persennya sekitar 4200 orang untuk jalur SNMPTN jalur undangan dan 2800 orang untuk jalur SBMPTN.



Berdasarkan kebijakan pemerintah, SNMPTN tahun 2013 sama halnya dengan jalur SNMPTN Undangan yang diterapkan pada tahun lalu. SNMPTN kali ini tidak menggunakan jalur ujian tulis dan tidak dipungut biaya apapun. Penilaian yang digunakan dalam penerimaan melalui SNMPTN 2013 nanti berbasis kepada rapor dan prestasi siswa itu sendiri di sekolah asalnya. Namun, jika pada tahun sebelumnya SNMPTN Undangan berbasis akreditasi sekolah maka pada tahun ini semua sekolah bebas melakukan pendaftaran. Dengan kata lain Snmptn 2013 lebih terbuka dan gratis (pendaftarannya, red).

Dikatakannya, sekolah-sekolah itu juga nantinya dapat mengirimkan sejak awal nilai rapor siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Oleh karena itu, diminta peran aktif sekolah dalam hal ini untuk ikut membantu suksesnya SNMTN mendatang. “Kedepan, data itu bukan hanya data kelas tiga saja, jadi setiap semester diharapkan sekolah itu dapat memberikan, memasukkan nilai siswanya,” ujar Rektor.

Berdasarkan pada itu semua, universitas sendiri akan melakkukan seleksi dari rapor dan prestasi lain yang dimiliki oleh siswa berdasar laporan yang diberikan oleh sekolahnya. Seleksi ini sendiri merupakan hak dari setiap universitas yang menyelenggarakan. “Penilaiananya akan dilaksanakan di universitas masing-masing, karena peraturan mengatakan bahwa penerimaan ini merupakan hak dan kewenangan universitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor juga menjelaskan bahwa Unpad sendiri telah memiliki beberapa formula mengenai teknik penilaian yang akan dikelolanya nanti. Ia juga memiliki pandangan bahwa setiap sekolah itu tidak sama maka penilaiannya tersendiri ada dalam tanda petik pembobotan sekolah. Selain itu dilihat pula performa sekolah dan para lulusan sekolah tersebut terdahulu.

Berkenaan dengan Ujian Nasional, Rektor juga mengatakan bahwa mungkin saja itu dijadikan salah satu parameter dalam penilaian. Namun, untuk sementara ini, ujian nasional hanya dipertimbangkan dalam hal lulus atau tidaknya seorang siswa. “Kalau hasil ujian nasional bisa lebih cepat keluar, mengapa tidak kita juga akan coba memasukkan item ujian nasional sebagai tambahan pembobot dari penerimaan mahasiswa baru,” ungkapnya.

Sementara itu untuk jalur SBMPTN, Rektor juga menegaskan bahwa ini merupakan jalur mandiri yang dilakukan bersama-sama dengan universitas lainnya secara nasional dan biaya pendaftaran tidak digratiskan (red.). SBMPTN sendiri didasarkan atas hasil tes tertulis yang dilakukan para calon mahasiswa baru dan biaya untuk SBMPTN sendiri sepenuhnya menjadi beban peserta.

Sumber : Humas Unpad
Read more
Saturday, January 26, 2013

FK UI

0 comments
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) telah menjadi institusi pendidikan tinggi ilmu kedokteran yang berorientasi pada sistem pendidikan kedokteran berbasis penelitian untuk kemanusiaan.

FKUI senantiasa berusaha menciptakan sistem pendidikan yang mampu mempersiapkan mahasiswa-mahasiswinya untuk bersaing secara global dalam segala aspek, baik di bidang ilmu sains, sosial humaniora dan kedokteran, dengan mengedepankan nilai-nilai utama:



1. Leadership (kepemimpinan)
2. Integrity (integritas)
3. Fairness (keadilan)
4. Excellence (keunggulan)

Sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tidak terlepas dari sejarah pendidikan dokter di Indonesia yang dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Adapun momentum pendidikan kedokteran di Indonesia lahir pada tanggal 2 Januari 1849 lewat Keputusan Gubernemen No. 22. Ketetapan itu menjadi titik awal penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Indonesia (Nederlandsch Indie), yang ketika itu dilaksanakan di Rumah Sakit Militer.

Selang dua tahun kemudian, tepatnya pada bulan Januari 1851, dibuka Sekolah Pendidikan Kedokteran di Weltevreden dengan lama pendidikan dua tahun dan jumlah siswa 12 orang. Titik terang semakin terlihat ketika lulusan sekolah tersebut digelari Dokter Djawa melalui Surat Keputusan Gubernemen tanggal 5 Juni 1853 No. 10. Namun, sayangnya meski diberi titel dokter, lulusan sekolah tersebut “hanya” dipekerjakan sebagai Mantri Cacar.

Nyaris 10 tahun lamanya dokter-dokter Indonesia harus menunggu untuk memperoleh wewenang lebih dari sekadar Mantri Cacar. Pada tahun 1864, lama pendidikan kedokteran diubah menjadi 3 tahun dan lulusan yang dihasilkan dapat menjadi dokter yang berdiri sendiri, meskipun masih di bawah pengawasan dokter Belanda.

Sejarah kembali bergulir dan mencatat pertambahan waktu studi dokter Indonesia. Tahun 1875, lama pendidikan dokter menjadi 7 tahun termasuk pendidikan bahasa Belanda yang dijadikan sebagai bahasa pengantar. Lebih dari 20 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1898, barulah berdiri sekolah pendidikan kedokteran yang disebut STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen). Para alumni ketika itu disebut Inlandse Arts.

Lama pendidikan kembali bertambah menjadi 9 tahun pada tanggal 1 Maret 1902, sekaligus mengiringi berdirinya gedung baru sekolah kedokteran di Hospitaalweg (sekarang Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh 26). Masa pendidikan 9 tahun tersebut dibagi menjadi 2 tahun perkenalan dan 7 tahun pendidikan kedokteran.

Baru setahun berselang, sejarah kembali mencatat banyak hal. Waktu studi kedokteran kembali bertambah, kali ini menjadi 10 tahun, bersamaan dengan disempurnakannya organisasi STOVIA pada tahun 1913. Adapun 10 tahun masa studi ini terdiri dari 3 tahun perkenalan dan 7 tahun pendidikan kedokteran. Nama alumni juga berubah menjadi Indische Arts pada waktu itu. Masih pada tahun yang sama, dibuka sekolah kedokteran dengan nama NIAS (Nederlands Indische Artsenschool) di Surabaya.

Untuk memantapkan kualitas lulusan dalam hal praktik, pada akhir tahun 1919, didirikan Rumah Sakit Pusat CBZ (Centrale Burgerlijke Ziekenhuis, sekarang disebut RSCM) yang dipakai sebagai rumah sakit pendidikan oleh siswa STOVIA.

Kampus dengan dominasi warna putih yang ada saat ini tercatat selesai dibangun pada tanggal 5 Juli 1920. Pada tanggal yang sama pula seluruh fasilitas pendidikan dipindahkan ke gedung pendidikan yang baru di Jalan Salemba 6 sekarang.

Asa kembali membuncah di kalangan intelek kedokteran di Indonesia ketika pendidikan dokter diresmikan menjadi pendidikan tinggi dengan nama Geneeskundige Hooge School (GHS) pada tanggal 9 Agustus 1927. Yang menarik, sampai periode 1927, syarat pendidikan agar dapat mengikuti pendidikan dokter hanya setingkat SD. Barulah setelah GHS berdiri, syarat pendidikan menjadi setingkat SMA (ketika itu disebut Algemene Middelbare School atau AMS dan Hogere Burger School atau HBS).

Pada masa itu, STOVIA dan NIAS tetap ada namun periode pendidikan kembali menjadi 7 tahun dengan penghapusan masa perkenalan selama 3 tahun. Konsekuensinya, lulusan yang dapat diterima di kedua sekolah tersebut tidak boleh lebih rendah dari tingkat MULO (Meer Uitgebreid Lager Onder-wijs) bagian B.

Pada tanggal 8 Maret 1942, tanpa diduga-duga masa kolonialisme Belanda di Indonesia berakhir. Ketika itu, Belanda bertekuk lutut di bawah kaki tentara Jepang, sekaligus menandai masa pendudukan Jepang di Indonesia.

Kontroversi pun terjadi di kalangan mahasiswa kedokteran. Sebagian menyambut, sebagian lainnya menentang negara Asia Timur itu. Dua mahasiswa GHS, Soedjatmoko dan Soedarpo memilih untuk menunggu, sementara massa lainnya dipimpin oleh Chairul Saleh dan Azis Saleh pergi ke Tangerang untuk menyambut kedatangan Jepang. Meski demikian, kelompok mahasiswa itu tetap bersatu untuk menjamin berdirinya sekolah kedokteran.

Adalah inisiatif seorang mahasiswa NIAS bernama Soejono Martosewojo yang memampukan sekolah kedokteran dapat kembali berdiri setelah sempat ditutup selama 6 bulan. Dengan dibantu perwakilan mahasiswa Jakarta-Surabaya serta didampingi oleh Dr. Abdul Rasjid dan beberapa dosen, Soejono mengajukan penggabungan konsep kurikulum eks-GHS dan eks-NIAS. Prof. Ogira Eiseibucho yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Kantor Kesehatan Pemerintah Militer Jepang, menyetujui proposal tersebut.

Menindaklanjuti hal tersebut, komite pendidikan segera dibentuk, selain untuk mengembangkan kurikulum pendidikan kedokteran, juga mempromosikan staf pengajar untuk menjadi dosen, asisten dosen, dan guru besar. Komite itu beranggotakan antara lain Prof. Dr. Achmad Mochtar, Prof. Dr. M. Sjaaf, Prof. Dr. Asikin Widjajakoesoemah, Prof. Dr. Hidayat, dan Prof. Dr. Soemitro, dengan Dr. Abdulrachman Saleh sebagai sekretaris.

Bersamaan dengan itu, terbentuk pula komite yang terdiri dari mahasiswa Jakarta, di antaranya Koestedjo, Kaligis, dan Imam Soedjoedi, serta mahasiswa Surabaya, misalnya Eri Soedewo, Soejono, Aka Gani dan Ibrahim Irsan. Komite ini mengembangkan rencana untuk menggabungkan eks-GHS dan eks-NIAS menjadi sekolah kedokteran dengan lama pendidikan 5 tahun. Penyesuaian penerimaan siswa pun dilakukan untuk menunjang sistem pendidikan tersebut.

Akhirnya pada tanggal 29 April 1943, sekolah kedokteran bernama Ika Daigaku dibuka sebagai hadiah dari pemerintah Jepang untuk Indonesia, dengan Prof. Itagaki sebagai dekan fakultas.

Gegap gempita kemerdekaan RI menjadi penghantar berubahnya nama sekolah menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia, tepatnya pada bulan Februari 1946. Setahun kemudian, yaitu pada Februari 1947, Belanda yang kembali menginvasi Indonesia melangsungkan kegiatan pendidikan kedokteran dengan memakai nama Genesskundige Faculteit, Nood-Universiteit van Indonesie. Namun, tak perlu risau, pendidikan kedokteran pada Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia tetap dilaksanakan ketika itu.
Tercatat pada tanggal 2 Februari 1950, kedua institusi itu melebur menjadi satu. Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia dan Geneeskundige Faculteit Nood-Universiteit van Indonesie , digabung dan disatukan dengan memakai nama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penyatuan tersebut turut dipelopori penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Pada masa itu (era 1950-an), terdapat 28 jenis mata pelajaran dan bagian di FKUI, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 288 orang dan masih terdapat beberapa orang dosen Belanda. Sebagian besar mata pelajaran juga masih diberikan dalam bahasa Belanda. Sarana pendidikan yang ada meliputi Kompleks Salemba 6, Kompleks Pegangsaan Timur 16, Rumah Sakit Umum Pusat dan Rumah Sakit Raden Saleh.

Berkas sejarah tidak diketahui sebagian besar orang sejak masa itu. Beruntung ada Perhimpunan Sejarah Kedokteran Indonesia (Persekin) atau Indonesian Medical History Association yang mendalami mengenai perjalanan kaum intelektual medis di negeri ini. Selain itu ada pula Komunitas Prapatan 10 yang merupakan gabungan alumni fakultas kedokteran dan farmasi pada era sekolah pendidikan masih bernama Ika Daigaku dan Yakugaku. Adapun Prapatan 10 diambil dari nama asrama yang memang berlokasi di Jalan Prapatan No.10, Jakarta.

Yang menggelitik dari komunitas ini ialah jejak langkah para alumni yang mencetak sejarah tersendiri. Pada era penjajahan Jepang dengan sekolah kedokteran bernama Ika Daigaku, beberapa mahasiswa justru bergabung dengan kelompok eks NIAS di Surabaya dan eks GHS di Jakarta. Tidak hanya itu, sebagian alumni juga tidak melengkapi pendidikan hingga menyandang gelar dokter atau ahli farmasi, namun aktif menjalani profesi dalam bidang lain, seperti militer, diplomasi, ataupun pegawai pemerintahan. Bahkan, pada masa perang kemerdekaan 1945-1949, hampir semuanya rela berkorban jiwa dan raga hingga harus gugur di medan perang demi terwujudnya proklamasi 17 Agustus 1945.

Modernisasi merambah kaum intelektual medis di Indonesia pada tahun 1946 dengan waktu studi kedokteran selama 7 tahun. Dibukanya Nood Universiteit van Indonesia menjadi gema pertama yang menandai dimulainya era modern tersebut, dilanjutkan dengan berdirinya Perguruan Tinggi Kedokteran Universitas Gajah Mada di Klaten tahun 1949. Uniknya, walau tercatat kurikulum resmi selama 7 tahun, mahasiswa dibebaskan untuk menentukan sendiri lama masa studinya. Bahkan, bila sang siswa telah siap ujian, tanggal ujian pun dapat ia tentukan sendiri. Tak heran bila periode ini disebut sebagai masa studi bebas (free study atau vrije studie).

Selang beberapa waktu kemudian, Indonesia terpaksa menelan pil pahit kekurangan tenaga pengajar medis setelah dipulangkannya banyak staf pendidikan kedokteran bangsa Belanda pascakemerdekaan. Pendekatan dengan University of Carolina San Fransisco (UCSF) pun dilakukan oleh Prof. Sutomo demi mengatasi masalah ini. Akhirnya, setelah negosiasi panjang selama bertahun-tahun, kurikulum baru dapat disusun dengan bantuan UCSF pada tanggal 12 Maret 1955. Adapun kurikulum ini memiliki lama studi selama 6 tahun dan disebut dengan studi terpimpin (guided study).

Sistem pendidikan baru tersebut terdiri dari 1 tahun pelajaran premedik, 2 tahun pelajaran preklinik, 2 tahun pelajaran klinik, dan 1 tahun internship. Pada sistem kurikulum tersebut, memasuki tahun ke-4, mahasiswa akan menjalani rotasi klinik di Departemen IPD dan IKB masing-masing selama 12 minggu; Departemen Obsgin, IKA, dan Psikiatri-Neurologi selama masing-masing 8 minggu. Setelah lulus dari masa klinik, mahasiswa akan menjalani internship yang ketika itu dibagi menjadi dua, setengah tahun bidang medisch dan setengah tahun sisanya bidang chirurgisch. Yang menarik, internship seluruhnya dianggap sama dengan ujian dokter bagian II sehingga pada akhir tahun ke-6 tidak perlu diadakan ujian lagi. Para siswa akan memperoleh surat keterangan dari pihak yang diberi kuasa yang menyatakan bahwa ia telah menjalani internship “dengan memuaskan, sudah cukup untuk pemberian ijazah dokter.”

Metode pengajaran tersebut bertahan selama kurang lebih 27 tahun. Sejarah kembali ditorehkan pada tahun 1982, ketika Consortium of Health Sciences (CHS) menerbitkan KIPDI 1. Hal-hal yang ditetapkan dalam KIPDI I tersebut sontak diterapkan departemen-departemen, yakni mengenai tujuan instruksional umum (TIU atau General Instructional Objectivesi/GIO) dan tujuan perilaku khusus (TPK atau Spesific Behavioral Objectives/SBO). TPK sendiri pada prinsipnya merupakan kurikulum yang diterapkan sejak tahun 1955.

Discipline based-curriculum kemudian menjadi penjuru sistem pendidikan kedokteran masing-masing departemen, yang berpedoman pada KIPDI 1 dengan pendekatan aspek kognitif, psikomotor, dan perilaku (attitude).

Seakan terus berupaya mengembangkan sistem baku pendidikan kedokteran di Indonesia, CHS kembali menerbitkan KIPDI 2 pada tahun 1994, yang memaparkan dengan jelas mengenai Kerangka Konsep dan Orientasi Pendidikan. FKUI segera mengadopsi KIPDI 2 yang bersifat integrated and active learning tersebut dengan menyusun Kurikulum Fakultas yang pertama kalinya bersifat terintegrasi. Sayangnya, baru 3 semester kurikulum itu berjalan, yaitu tahun 1995-1997, sistem pendidikan kembali berubah di kampus ini. Adalah peralihan kepemimpinan yang memungkinkan hal itu tejadi. Pihak pimpinan FKUI ketika itu memutuskan untuk kembali ke kurikulum lama yang bersifat departemental dan pembelajaran pasif. Dengan demikian, sistem pendidikan kembali menjadi traditional curriculum atau department/ discipline based-lecturing. Ironisnya, ketika itu, Fakultas Kedokteran di Singapura justru mulai menerapkan kurikulum terintegasi tersebut.

Memasuki milenium baru dan tantangan globalisasi yang semakin merambah dunia medis membuat FKUI bergegas membenahi diri. Puncaknya, pada tahun 2000, fakultas ini mendapat hibah kompetisi QUE P yang lantas menjadi lokomotif perubahan kurikulum. Hasilnya adalah Kurikulum Fakultas 2005 yang menggebrak berbagai sistem lama serta menghasilkan perubahan struktur organisasi sekaligus tata nilai di FKUI. Yang dimaksud adalah perubahan paradigma dan pola pikir. Sebelumnya, seorang pakar yang dianggap memiliki keterampilan tertinggi seakan diberi beban untuk memberi kuliah bagi mahasiswa. Sejak adanya Kurfak yang merampingkan jam kuliah ini, filosofi itu lambat laun memudar. Kurikulum tersebut menuntut staf pengajar untuk bertindak sebagai fasilitator (sama dengan sebutan tutor di fakultas kedokteran lain) yang menjadi elemen penting dalam pendidikan dokter. Mengapa penting? Karena fasilitator akan menjadi aktivator atau bahkan provokator yang dapat memprovokasi mahasiswa untuk belajar. Dengan demikian, menjadi staf pengajar tidak lagi identik dengan terbebani menyiapkan kuliah dan menjejali berupa-rupa ilmu kepada mahasiswa, tetapi berpartisipasi dalam mencetak dokter-dokter unggul yang berjiwa kritis, kreatif, dan inovatif.

Akhirnya, sejarah mencatat kali kedua disusunnya kurikulum terintegrasi di kampus ini. Sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) FKUI, Kurfak 2005 yang kini disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi FKUI 2005 dibakukan dan diterapkan hingga sekarang. Namun, bukan berarti jejak langkah FKUI berhenti sampai di sini. Dengan semangat yang sama seperti saat berdirinya dulu, semangat perjuangan kampus ini tak pernah padam untuk menggojlok, menata apik, serta mempercantik sistem pendidikan kedokteran demi mencetak dokter-dokter unggul kebanggaan bangsa. Karena bagi fakultas ini, kesehatan paripurna rakyat Indonesia akan terus diperjuangkan sampai kapan pun.

Visi
Pada tahun 2014, FKUI menjadi fakultas kedokteran riset terkemuka di Asia Pasifik dan 80 terbaik di dunia.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan kedokteran bertaraf internasional yang berbasis kompetensi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
2. Melaksanakan penelitian kedokteran yang berkualitas internasional dalam upaya pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran.
3. Melaksanakan clinical governance dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di RSCM dan RS Pendidikan lainnya
4. Berperan aktif dalam penentuan kebijakan di bidang pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan untuk peningkatan taraf dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.
Prestasi

Pada tahun 2009, UI berhasil menduduki peringkat 201 dunia. Di wilayah Asia, UI berada di urutan 50, sementara di Asia Tenggara, UI menempati peringkat ke 5. Untuk mendulang kesuksesan yang lebih lagi sekaligus untuk mewujudkan visinya menjadi universitas berkelas dunia, FKUI konsisten untuk terus meningkatkan prestasi dalam kancah nasional, regional, dan internasional.

Baik staf pengajar maupun mahasiswa, keduanya ditempa untuk selalu bersemangat, kreatif, dan pantang menyerah. Di mana pun berada, sivitas akademika FKUI terbiasa untuk selalu menyuguhkan karya dan membawa dinamika, tidak hanya dalam bidang akademis, tetapi juga nonakademis, riset terkemuka, seni, dan juga olahraga.

Pencapaian Bidang Pendidikan

Program Biomedik FKUI

Program Studi Ilmu Biomedik FKUI mendapat grant £10,000 untuk UK-Indonesia Partnership Funding Programme. Grant ini merupakan additional support karena pencapaian lainnya adalah Program Studi Ilmu Biomedik FKUI berhasil mendapat secure funding dari the British Council’s PMI2 Programme sejumlah £20,000 (tahun pertama) dan £17,000 (tahun kedua) yang akan dikelola oleh pihak the University of Newcastle upon Tyne, UK. Grant ini di dapat melalui lomba penyusunan proposal dalam rangka mempererat hubungan kerjasama dengan Asia Tenggara dalam bidang pendidikan, maka UK-Indonesia Partnership Funding Programme ini kemudian diselenggarakan melalui the British Council.

Prestasi Mahasiswa

Berikut beberapa contoh berbagai inovasi dan aneka prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa.

o Pemenang penghargaan “Goldman Sachs Global Leaders Award” Tahun 2007 dari Institute of International Education (IIE), United States of America dan mengikuti Global Leadership Institute di New York, 7-13 Juli 2007, diselenggarakan oleh The Goldman Sachs Foundation atas nama Bambang Dwiputra
o Pemenang penghargaan Goldman Sachs Global Leaders Award tahun 2008 dan berhak mengikuti Global Leadership Institute di New York bulan Juli 2008 atas nama Rahma Evasari
o Pemenang penghargaan Goldman Sachs Global Leaders Award tahun 2009 atas nama Aino Nidya Auerkari dan Festus Andrianto Susilo
o Juara I Tingkat Nasional dalam Indonesia Medical Students’ Debate Competition (INSDC) Tahun 2008 Banda Aceh atas nama Rahma Evasari, dkk
o Juara I Tingkat Nasional Paper and Poster Competition 2008 “Preventing Coronary Heart Disease in Indonesia in Relation With Indonesia Lifestyle” atas nama Darrel Fernando
o Research Scholarship on Molecular Biology di Turki, dan Best Presenter in SICOBAIR (Students’ International Conference on Biomedical and Interdisciplinary Research) Iran Tahun 2008 atas nama Fadhil Ahsan

Pencapaian Bidang Penelitian

Dr. Martina WS Nasrun

Martina WS Nasrun, staf pengajar Dept. Psikiatri FKUI mendapat travel grant dan penghargaan sebagai ‘Best Scientist ASAD 2009 Award’ pada the 3rd ASAD International Congress 2009 Oktober 1-3 di Seoul, Korea untuk presentasi hasil penelitiannya “Is there any biomarker for MCI person?” yang dicuplik dari disertasi doktornya di UI tahun 2007 (deteksi dini hendaya kognitif non dementia: pendekatan epidemiologi klinik, psikometrik dan spektroskop magnetik resonans pada penyandang DM tipe2).

ASAD adalah singkatan dari Asian Society Against Dementia, suatu organisasi multidisiplin yang bekerjasama dengan International Working Group on Dementia and Drug Harmonization (IWGH).
Read more

FK Unpad

1 comments
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran resmi berdiri pada tanggal 11 September 1957, seiring dengan disahkannya Peraturan Pemerintah No. 37/1957 (Lembaran Negara No. 9 Tahun 1957 tentang pendirian Universitas Padjadjaran. Fakultas ini bersama tiga fakultas lainnya, yaitu: Fakultas Ekonomi, Hukum dan Ilmu Pendidikan yang merupakan cikal bakal Universitas Padjadjaran.

Ide pendirian awalnya bersifat pragmatis untuk pemenuhan kebutuhan lokal dan nasional tenaga kesehatan. Hal ini dilontarkan oleh Menteri Kesehatan RI dr. Lie Kiat Teng pada Kongres IDI 1953 di Surabaya . Villa Isola (Bumi Siliwangi) rencananya akan dijadikan kampus fakultas kedokteran, namun rencana itu tidak terwujud. Saat RSUP Rancabadak membangun tiga gedung baru yang akan digunakan untuk bagian penyakit dalam, kesehatan anak, ruang laboratorium, dan ruang kuliah, harapan baru untuk membuka fakultas kedokteran di Bandung kembali terbit. Namun, harapan kembali surut dengan adanya pergantian susunan kabinet. Dalam susunan yang baru, dr. Lie Kiat Teng tidak lagi menjabat menteri kesehatan.



Atas inisiatif dan semangat sejumlah tokoh di Jawa Barat, dibentuklah Yayasan Fakultas Kedokteran Bandung yang terdiri atas dr. H.A. Patah (Ketua), Prof. Dr. Moch. Djuhana Wiradikarta (Wakil Ketua), dr. Chasan Boesoirie (Sekretaris), dr. Djundjunan Setiakusumah, drg. R.G. Soeriasoemantri, R.H. Enuch (Walikota Bandung), dan dr. Moch. Kurdi.

Visi

Menjadi institusi yang mandiri dalam penyelenggaraan pendidikan dan riset kedokteran yang berkualitas bagi masyarakat.

Misi

• Menyelenggarakan pendidikan dasar dan lanjutan kedokteran yang berkualitas
• Menyelenggarakan penelitian berkualitas yang berorientasi kepada masyarakat
• Menyelenggarakan sistem organisasi dan tata kelola yang menuju kemandirian

Program Pendidikan


D3 Kebidanan

Program Pendidikan D3 Kebidanan merupakan program pendidikan yang ditujukan untuk menghasilkan tenaga bidan yang kompeten dalam penanganan kasus-kasus persalinan maupun kehamilan. Sesuai dengan kompetensinya, program ini langsung dibina terutama oleh dokter –dokter spesialis dibidang Obstetri dan Gine kologi dan bidan-bidan senior.Program ini mengambil masa study selama 3 tahun dengan jumlah SKS sebanyak 124 SKS.Seluruh kegiatan program pendidikan dilakukan di Kampus FK Jatinangor.

D4 Kebidanan

Program D4 Midwifery

Dalam pembentukan awal dari Program D4 di Kebidanan, Universitas Padjadjaran (UNPAD) menerima sebuah surat dari Kepala Badan PP SDM Kesehatan Jakarta meminta program tersebut, sehingga program ini didirikan berdasarkan kerjasama UNPAD dan Pusat Pendidikan Tenaga Kerja Departemen Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia (PUSDIKNAKES DEPKES RI) pada tahun 2001. Pada 28 Oktober 2002, Hendrawan Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan tagihan, Keputusan No 3212/D/T/2002, pada lisensi untuk FM UNPAD untuk melakukan Program D4 Kebidanan. Lulusan dari program D4 diperlukan tidak hanya dalam program D3 Kebidanan sebagai staf pengajar dan instruktur klinis, tetapi juga di lembaga pemerintah yang diam di dalam isu-isu kesehatan, terutama di Maternity Care. Program D4 di Kebidanan menerima mahasiswa dari lulusan program D3 Kebidanan untuk melaksanakan program akademik 2 semester yang terdiri dari 41 kredit, dan bertujuan untuk menghasilkan bidan akademik dengan kompetensi untuk melayani sebagai staf pengajar dan pendidik serta profesional dalam perawatan Bidan. Program D4 Kebidanan telah menjadi kebutuhan di Indonesia di mana saat ini ada lebih dari 300 program studi Kebidanan dan di mana jumlah ini diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat. Itulah sebabnya FM UNPAD merasa perlu untuk membantu Departemen Kesehatan dalam melakukan program D4 Kebidanan. Kurikulum telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan, sehingga lebih menekankan pada praktek klinis dibandingkan teori. Oleh karena itu, lulusan diharapkan memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menjadi staf pengajar atau mentor mampu dan siap bekerja, termasuk kemampuan untuk mengajar di tingkat Akta Mengajar V, atau Pekerti dan Pendekatan Terapan (AA). Diharapkan bahwa dengan menghasilkan kualitas staf pengajar menonjol, sehingga lulusan siswa mereka dalam program D3 juga akan memiliki tingkat kompetensi yang tinggi juga.

Pendidikan Sarjana Kedokteran – Kelas Reguler

Pendidikan dokter kelas reguler merupakan program pendidikan dokter yang telah berlangsung sejak tahun awal pendirian FK UNPAD yaitu tahun 1957. Program pendidikan dokter ini telah menghasilkan ribuan lulusan dokter yang tersebar di berbagai bagian di nusantara maupun luar negeri. Mahasiswa kedokteran kelas reguler merupakan mahasiswa yang telah lulus seleksi dari dua jalur penerimaan mahasiswa di UNPAD yaitu melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau melalui jalur Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP). Pada awalnya metode pembelajaran yang dipakai untuk kelas reguler merupakan Sistem Kredit Semester. Setelah melalui evaluasi yang cukup ketat, maka sejak tahun 2004 metode belajar mengajar untuk kelas reguler akhirnya diputuskan untuk mengikuti metode Problem Based Learning (PBL) yang telah terlebih dahulu diterapkan di kelas internasional sejak tahun 2001. FK UNPAD merupakan penggagas awal dan terlibat aktif dalam menerapkan metode PBL untuk undergraduate di Indonesia. Proses pendidikan kelas reguler dilakukan di kampus FK Unpad Jatinangor dan sejak tahun 2008 seluruh mahasiswa kelas reguler diwajibkan untuk memasuki asrama mahasiswa Bale Padjadjaran untuk tahun pertama.

Pendidikan Sarjana Kedokteran – Kelas Internasional


Pendidikan Sarjana Kedokteran – Kelas Internasional

International Program Sebagai salahsatu outcome penting dari QUE-Project, FK UNPAD sejak tahun 2001 telah mulai membuka kelas internasional dengan pengantar berbahasa Inggris. Hal ini ternyata mendapatkan respon yang baik terutama dari pelajar-pelajar maupun institusi pendidikan di Negara Malaysia. Hal ini disebabkan secara umum tipe penyakit yang ada di Negara tersebut tidak jauh berbeda dengan tipe penyakit di Indonesia (tropical disease). Kelas Internasional merupakan kelas yang pertama kali menerapkan Problem Based Learning (PBL) sebagai metoda belajar mengajarnya. Sesuai dengan namanya, Kelas Internasional hanya diperuntukkan khusus untuk mahasiswa asing. Layaknya penerimaan mahasiswa asing di Negara lain, untuk mempermudah dan memperlancar masuknya mahasiswa asing melalui jalur kelas internasional. Universitas Padjadjaran telah bekerjasama dengan agen pendidikan. Proses pendidikan twinning program ini dilakukan di kampus FK Unpad Jatinangor. Pada tahun pertama kemasukan, seluruh mahasiswa kelas internasional telah mendapatkan layanan penginapan di dalam kampus yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas di Bale Padjadjaran. All about International Program FK UNPAD.

Pendidikan Sarjana Kedokteran – Twinning Program

Twinning Program

Salahsatu bukti bahwa FK UNPAD telah mendapat pengakuan internasional adalah terselenggaranya kerjasama twinning program dengan Fakulti Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (FP-UKM). Program ini telah dimulai sejak Tahun Ajaran 2006/2007 dimana seluruh mahasiswanya merupakan mahasiswa warganegara Malaysia yang memiliki predikat terpuji dan terseleksi amat ketat di UKM. Program ini mengambil masa studi selama 6 tahun yang terbagi dalam 2 periode yaitu 3 tahun diselengarakan di Universitas Padjadjaran dan 3 tahun di Universiti Kebangsaan Malaysia. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode Problem Based Learning (PBL). Proses pendidikan twinning program ini dilakukan di kampus FK Unpad Jatinangor. Pada tahun pertama kemasukan, seluruh mahasiswa twinning program telah mendapatkan layanan penginapan yang lengkap dengan fasilitasnya di Bale Padjadjaran. All about Twinning Program UNPAD-UKM.

Profesi – Pendidikan Profesi Dokter


Profesi – Pendidikan Profesi Dokter

Program Profesi Dokter Unpad FM dicapai melalui 2 tahap. Tahap 1 adalah rotasi melalui 14 Departemen Klinik dalam 3 semester. Setelah tahap ini, mahasiswa diharapkan sudah memiliki kompetensi seorang dokter. Tahap 2 adalah sebuah program 1 semester terpadu yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan para siswa.

Panjang studi di Program Profesi Dokter selesai minimal 4 (empat) semester dan maksimal 6 (enam) semester.

Sekolah rumah sakit yang digunakan adalah Hasan Sadikin Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Mata Cicendo, serta beberapa satelit rumah sakit dan pusat kesehatan primer.

Profesi – Spesialis 1

PROGRAM PENDIDIKAN SPESIALISASI I

Program Pendidikan Spesialisasi I merupakan program yang ditujukan untuk lulusan dokter yang akan melanjutkan spesiliasi sesuai dengan peminatannya. Terdapat 21 peminatan spesialiasi yang terdapat di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Seluruh kegiatan dipusatkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin dan berbagai rumah Sakit Satelit Universitas Padjadjaran.

Magister – Ilmu Kedokteran Dasar

Program S2 Ilmu Kedokteran Dasar telah menghasilkan banyak lulusan Master Ilmu Kedokteran yang diminati oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia. Program Master ini mengambil jangka waktu studi 2 sampai 10 semester termasuk penulisan Thesis. Program Ilmu Kedokteran Dasar mengambil tempat perkuliahan di Teaching Hospital UNPAD Jl. Eijckman No. 38 Bandung.


Magister – Ilmu Kesehatan Masyarakat

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan kemampuan ilmiah tenaga kesehatan masyarakat melalui pendidikan formal yang memberikan pengetahuan keterampilan terbaru dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran pada tahun akademik 2000/2001 menyelenggarakan program pendidikan strata dua Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu Bidang Kajian Utama (BKU) Program Studi Kedokteran Dasar yang dikelola secara khusus atas dasar SK Rektor Universitas Padjadjaran Nomor : 364/J06.Kep/KP/2001, sejak tanggal 21 April 2006 berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor : 1567/D/T/2006 tentang ijin Penyelenggaraan program-program studi baru pada Universitas Padjadjaran Bandung di tetapkan menjadi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Padjadjaran.

Pada awalnya Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat hanya membuka tiga jalur peminatan yaitu Manajemen Pelayanan Kesehatan, Ekonomi Kesehatan dan Epidemiologi. Sesuai dengan minat dari para calon mahasiswa dan institusi serta kelembagaan yang mengirimkan calon mahasiswa telah dibuka dua jalur peminatan lainnya yaitu Pendidikan dan Promosi Kesehatan serta Kesehatan Reproduksi.

Magister – Ilmu Kebidanan

Program Magister Kebidanan (S2) Program Studi Magister Kebidanan memberikan kesempatan kepada peserta program sehingga lulusan menguasai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks, dengan dasar pelayanan kebidanan yang profesional, termasuk keterampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggung jawab yang mandiri pada tingkat tertentu, memiliki keterampilan dalam penelitian dan manajerial, serta mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi di dalam bidang keahliannya. Program Studi Magister Kebidanan dengan beban studi 49 SKS (tidak termasuk matrikulasi 28 SKS) ditempuh dalam 4 semester tetapi memungkinkan untuk dapat ditempuh kurang dari 4 semester, dan paling lama 8 semester termasuk tesis.

Doktor (S3) – Ilmu Kedokteran Dasar

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTOR (S3) Program Pendidikan Doktor (S3) merupakan program pendidikan yang diperuntukkan bagi lulusan magister (S2) khususnya ilmu-ilmu kesehatan. Program ini memilki beban studi kumulatif sebanyak 44 – 46 SKS dan ditempuh dalam waktu 2 semester dan selama-lamanya 10 semester termasuk penyusunan disertasi. Seluruh kegiatan program pendidikan doctor dilakukan di Teaching Hospital UNPAD Jl. Eijckman no. 38 Bandung Jawa Barat.
Read more
Friday, January 25, 2013

Universitas Haluoleo

0 comments
Universitas Haluoleo atau Unhalu, merupakan perguruan tinggi negeri di Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia, yang berdiri pada 19 Agustus 1981. Universitas Haluoleo awalnya adalah universitas swasta dengan singkatan nama Unhol (Universitas Haluoleo), yang didirikan oleh Bapak Drs. Ld. Malim dan beliau adalah Rektor Unhol saat itu. Rektor Unhalu pertama setelah menjadi universitas negeri adalah Prof. H. Eddy Agussalim Mokodompit, MA yang namanya kemudian diabadikan pada auditorium kampus Universitas Haluoleo. Rektor Pada saat ini adalah Prof. Dr. Ir. Usman Rianse, M.S.

Saat ini Universitas Haluoleo telah memiliki 7 Fakultas dengan penambahan beberapa Program Diploma serta pembukaan Program Pascasarjana. Berdasarkan hasil “Evaluasi Diri” Program Studi oleh Dirjen Dikti Depdiknas yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional para Pembantu Rektor I, II dan III seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember sd. 1 Desember 2004 di Surabaya, Universitas Haluoleo menduduki ranking ke 15 dari 82 Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia.



Universitas Haluoleo pada tahun 2007/2008 diharapkan telah menjadi Universitas yang maju dan modern, setelah adanya persetujuan Bantuan Soft-Loan Pemerintah Indonesia dengan Islamic Development Bank, Jeddah yang realisasinya akan dimulai tahun 2005.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun 8 (delapan) gedung baru bertaraf internasional dan merehabilitasi 11 (sebelas) gedung yang ada di Kampus Bumi Tridharma. Bantuan juga akan didukung oleh DANIDA (Denmark) untuk peralatan laboratorium dan politeknik.

Sejarah Singkat

Universitas Haluoleo (Unhol) didirikan pada tahun 1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1981 yang terdiri dari:
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Pertanian.

Ketika diresmikan, Universitas Haluoleo menempati kampus Kemaraya yang arealnya hanya seluas 7 Ha. Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pendiri untuk mencari kampus alternatif sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan mengantisipasi pertambahan fakultas. Seiring dengan itu, kepercayaan masyarakat pun semakin besar terhadap Universitas Haluoleo, kendati hanya didukung oleh 17 orang tenaga dosen tetap.

Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah pembangunan kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu yang menempati areal 250 Ha, yang ketika itu berada di pinggiran Kota Kendari, berjarak 14 kilometer dari pelabuhan laut Teluk Kendari. Setelah perluasan Kota Kendari, kampus Anduonohu saat ini berada di jantung kota. Bersamaan dengan itu, Senat Universitas Haluoleo menyhetujui singkatan Universitas Haluoleo berubah menjadi UNHALU.

Pembangunan kampus yang relatif luas ini membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun untuk merampungkan gedung perkulihan dan gedung perkantoran serta fasiltas penunjang lainnya. Menandai rampungnya pembangunan kampus Anduonoho ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 4 April 1994 melakukan penandatanganan prasasti peresmian.

Menjelang penyelesaian pembangunan Kampus Anduonohu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup pengoperasian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO), sehingga semua fasilitas berikut tenaga pengajar dan karyawannya dialihkan ke Universitas Haluoleo. Sejak saat itu Universitas Haluoleo memiliki dua kampus perkuliahan utama, yakni; Kampus Kemaraya dan Kampus Anduonohu, ditambah dua kampus pendukung perkuliahan bekas SPG dengan luas areal 4 ha dan 3 ha bekas SGO.

Sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Haluoleo secara aktif memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 1528 desa, 67 kecamatan, 4 kabupaten, 2 Kotamadya dan 1 Kota Administratif yang ada di wilayah ini. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah 1,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan.

Kata “Haluoleo” diambil dari nama salah seorang raja pada Kerajaan Konawe yang hidup sekitar abad tujuh belas. Haluoleo selain dikenal sebagai pemimpin yang bijak, diyakini pula sebagai ksatria yang tak kenal menyerah dan gigih membela tumpah darahnya. Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa Tolaki – bahasa penduduk asli Kerajaan Konawe yang mendiami Kendari.

Kerjasama

Kerjasama yang dilakukan Universitas Haluoleo bersifat kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan. Selama beberapa tahun terakhir, Universitas Haluoleo telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, BUMN, swasta nasional, maupun instansi teknis yang ada di daerah. Kesemua ini dilakukan dalam rangka mempercepat pembangunan akademik di Universitas Haluoleo. Kerjasama yang dilakukan selama ini dapat digolongkan atas kerjasama penelitian, pengembangan akademik, pembangunan fasilitas pendidikan dan kerjasama yang bersifat advokasi.

Untuk pengembangan S2, Universitas Haluoleo telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi maju ditanah air, seperti : ITB, IPB, UGM, Unpad, Unibraw, ITS, Udayana, Unhas dan UNM sedang untuk perguruan tinggi yang diluar negeri seperti University Sains Malaysia, New Castle University Australia, selain itu Universitas Haluoleo dalam rangka melengkapi fasilitas pendidikannya telah menjalin kerjasama dengan donatur asing dan dalam negeri seperti PT. Antam Tbk, Asian Development Bank (ADB), CIDA Canada, Australia, JBIC Japan, World Bank melalui program Due-like, UNDP melalui program PARUL, TPSDP, Islamic Development Bank (IDB) serta hibah dari pemerintah Belanda kesemua proyek ini diperoleh melalui kompetisi yang sangat ketet dengan perguruan tinggi lain ditanah air. Diharapkan banyaknya kerjasama yang dilakukan dapat menambah akselerasi pengembangan Universitas Haluoleo.


Read more

Universitas Tadulako

0 comments
Universitas Tadulako atau Untad, merupakan perguruan tinggi negeri di Palu, Indonesia, yang berdiri pada tanggal 1 Mei 1981. Rektor pada tahun 2006 adalah Drs. H. Sahabuddin Mustafa, SE, M.Si.

Keberadaan perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, yang merupakan cikal bakal Universitas Tadulako ditandai dengan 3 (tiga) tahapan perjalanan sejarah yaitu periode Universitas Tadulako status swasta (1963-1966), periode status cabang (1966-1981), dan status negeri yang berdiri sendiri UNIVERSITAS TADULAKO (UNTAD), sejak tahun 1981.



Periode Status Swasta (1963-1966)

Universitas Tadulako sebagai perguruan tinggi swasta bermula dan tumbuh dengan mendapatkan kehidupan dari swadaya murni masyarakat Sulawesi Tengah, sudah berdiri sebelum daerah Sulawesi Tengah mendapatkan statusnya sebagai Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Tengah. Tadulako secara konkret berarti pemimpin, dan menurut sifatnya berarti keutamaan. Dengan demikian tadulako adalah pemimpin yang memiliki sifat-sifat keutamaan (adil, bijaksana, jujur, cerdas, berani, bersemangat, pengayom, pembela kebenaran). Pada tanggal 8 Mei 1963 berdirilah Universitas Tadulako dengan status Swasta, dengan rektor pertama Drh. Nasri Gayur. Setelah melalui berbagai macam usaha untuk meningkatkan status dan peran Universitas Tadulako, maka pada tanggal 12 September 1964 ditingkatkan statusnya menjadi “TERDAFTAR“sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 94/B-SWT/P/64, dengan empat fakultas : Fakultas Sosial Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Hayat dan Ilmu Pendidikan. Perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Hukum sehingga keseluruhan menjadi 5 (lima) fakultas.
Periode Cabang (1966-1981)

Berbagai upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh pemuka masyarakat di daerah ini, sehingga terwujudlah Perguruan Tinggi Negeri dengan status cabang, yaitu Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966 dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang Cabang Palu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 2 Tahun 1966 tanggal 1 Januari 1966. Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin (Untad Cabang Unhas) terdiri atas empat fakultas yaitu : Fakultas Peternakan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Sosial dan Politik. IKIP Ujung Pandang Cabang Palu terdiri atas tiga fakultas yaitu : Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan Sastera dan Seni dan Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta.
Universitas Tadulako Negeri Berdiri Sendiri (sejak tahun 1981)

Untuk lebih mengefektifkan upaya mewujudkan satu universitas negeri yang berdiri sendiri, maka pada tahun 1978 atas fasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah, dibentuklah Koordinatorium Perguruan Tinggi Sulawesi Tengah (PTST) yang diketuai oleh Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah dengan enam orang wakil ketua yang berasal dari UNTAD Cabang UNHAS (3 orang) dan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu (3 orang). Upaya Koordinatorium PTST tersebut untuk menyatukan kembali kedua perguruan tinggi cabang di Sulawesi Tengah pada akhirnya muncul dan menjadi dasar yang lebih kokoh untuk berdirinya universitas negeri yang berdiri sendiri. Atas dukungan dan upaya masyarakat di Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah, Rektor UNHAS, Rektor IKIP Ujung Pandang serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, akhirnya status cabang kedua lembaga pendidikan tinggi tersebut di atas ditingkatkan menjadi “UNIVERSITAS NEGERI YANG BERDIRI SENDIRI”, dengan nama UNIVERSITAS TADULAKO (UNTAD) sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 36 Tahun 1981 tanggal 14 Agustus 1981, berdasarkan Keputusan Presiden tersebut Untad terdiri atas 5 (lima) fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Pertanian.

Dalam perkembangan selanjutnya bertambah lagi satu fakultas yaitu Fakultas Teknik sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0378/0/1993 tanggal 21 Oktober 1993.


Fakultas

Universitas Tadulako memiliki 7 fakultas, yaitu:

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Hukum
5. Fakultas Pertanian
6. Fakultas Teknik
7. Fakultas MIPA

Pelantikan Rektor Untad yang Ke Enam

Pada tanggal 07 Maret 2011 di Jakarta, Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof.Dr. Ir. H. Muh. Nuh,DEA, Senin (07/3) melantik dan mengambil Sumpah Jabatan lima orang Pimpinan Perguruan Tinggi dan empat orang pejabat Eselon III & IV dilingkungan Kementerian Pendidikan Nasional. Diantara kelima pimpinan perguruan tinggi yang dilantik di Ruang Graha Utama lantai III Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Muh. Basir Cyio,SE,MS sebagai Rektor ke enam Universitas Tadulako, untuk masa jabatan empat tahun ke depan (periode 2011-2015). Sedangkan empat pimpinan Perti lainnya, masing-masing Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar, M.Hum sebagai Rektor IISIP Padang Panjang Sumatera Barat, Ir. Darmawan, MT sebagai Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin, Mahyus, S.Pd, SE, MM sebagai Direktur Politeknik Negeri Pontianak, dan Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM dilantik sebagai Direktur Politeknik Negeri Jember. Muh. Basir Cyio dilantik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 75/MPN.A4-KP/2011, tertanggal 18 Februari 2011. Sosok Pemuda Familiar yang mengakhiri jabatannnya sebagai Dekan Fakultas Pertanian Untad saat dilantik menjadi Rektor Untad tersebut, terpilih sebagai Rektor Untad setelah melalui tiga tahapan Pemilihan. Pada tahap Penjaringan (Tahap pertama) dilaksanakan tanggal 1 Desember 2010, Muh. Basir Cyio unggul dengan empat calon lainnya dari enam Calon Rektor. Tahap kedua (Penyaringan), tanggal 4 desember 2010 unggul lagi bersama dua calon lainnya dari 5 calon. Sedangkan pada puncak pemilihan yang dilaksanakan tanggal 21 Desember 2010, dari tiga calon Rektor, Prof. Muh. Basir Cyio unggul dengan memperoleh 65 suara (54%) dari 120 suara anggota Senat dan Menteri. Sementara dua calon lainnya masing-masing Prof. Dr. Anhulaila MP, SE, MS memperoleh 52 suara (44%), dan Prof. H.Chairil Anwar, SE, MA, Ph.D meraih 3 suara (2%).

Dalam pidato pelantikannya, Mendiknas, Muh. Nuh mengingatkan, Rektor atau Pimpinan Perguruan Tinggi lainnya, merupakan jabatan seorang dosen yang diberi tugas tambahan. Dosen adalah sosok akademisi, sehingga dalam melaksanakan tugasnya selain pengembangan Sumber Daya Manusia, dosen juga bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tugas tambahan, Rektor kata M. Nuh, perlu memperhatikan birokrasi sesuai dengan mekanisme perundang-udangan yang berlaku. Dan untuk pengembangan perguruan tinggi, jangan dianggap tugas dosen sebagai pekerjaan sia-sia tetapi adalah suatu upaya dalam melakukan tugas pengembangan SDM dan peningkatan pembangunan untuk kemaslahatan ummat, kata Mantan Menkominfo, M. Nuh.

M. Nuh juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Manta Rektor Untad, Drs. H. Sahabuddin Mustapa, M.Si yang telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sebagai Rektor Untad periode 2002-2011. Sahabuddin kata Nuh, telah membawa Untad berkembang diberbagai bidang, sehingga amanah yang dibebankan kepadanya, dapat berjalan dengan baik dan maju. Hal ini tentunya diharapkan pula kepada pejabat/Rektor baru, Prof. Dr.Ir. Muh. Basir Cyio, agar dapat melaksanakan tugas-tugas dalam memimpin Untad kedepan dengan sebaik-baiknya dan lebih berkembang lagi. Dan kepada Muh. Basir Cyio, Mendiknas menyampaikan Selamat menjalankan tugas. Acara Pelantikan dihadiri para pejabat dari lingkungan Untad, IISIP Padang Panjang, Poltek Banjarmasin, Poltek Pontianak, Poltek Jember serta pejabat dan undangan dari Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta. Para pejabat dari Lingkungan Untad, tampak para Pembantu Rektor, Dekan-dekan dari 8 Fakultas, Direktur dan Asisten Direktur Pascasarjana, Ketua-ketua Lembaga, para Kepala Biro, sejumlah Kepala Bagian dan Humas Universitas Tadulako. Menanggapi prosesi pelantikan, Dekan Fakultas Hukum Untad, Dr. H. Idham Chalid, SH, MH mengungkapkan, selain pelaksanaan pelantikan berjalan cukup khidmat dengan nuansa penuh keakraban dan kekeluargaan, juga beberapa hal yang sangat fundamental dalam rangka pengelolaan institusi perguruan tinggi yang disampaikan Mendiknas. Antara lain mengedepankan prinsip rasionalitas dan prinsip akademisi. Namun harus pula dipadukan dengan manajemen pengelolaan birokrasi. Karena tugas seorang Rektor merupakan tugas tambahan, dan sebagai akademisi pengelolaannya harus berlandaskan kepada prinsip-prinsip akademik.

Menurut Idham, sosok atau figur Muh. Basir Cyio yang memegang amanah sebagai Rektor Untad dinilai sangat mumpuni untuk menyelenggarakan amanat yang disampaikan Mendiknas kedepan diharapkan akan didukung semua pihak terutama para Pembantu Rektor dan para Dekan.


Read more
Monday, January 21, 2013

Passing Grade

0 comments
Passing Grade bisa didefinisikan sebagai nilai minimum yang harus didapatkan untuk bisa lulus ujian. Nilai kelulusan untuk program ujian ditentukan melalui proses pengaturan standar. Secara resmi memang perguruan tinggi tidak memberikan batasan minimal nilai yang harus dicapai untuk menentukan kelulusan seorang calon mahasiswa di sebuah perguruan tinggi. Akan tetapi sebuah perkiraan passing grade masih tetap dibutuhkan agar seorang cama bisa memperkirakan capaian skor yang harus diraih agar lolos PTN via Sbmptn 2013.



Berikut kami berikan gambaran umum prakiraan Passing Grade di PTN peserta Sbmptn 2013 yang disusun oleh team snmptn.or.id :

Program IPA:


  1. Teknik Elektro, Teknik, Teknik Informatika | sekitar 65%
  2. Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Fisika, dan Teknik Penerbangan | kira 60-63%
  3. Farmasi, Teknik Arsitektur, Teknik Lingkungan, Teknik Planologi, Teknik Kelautan, Teknik Material, Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan | kira-kira 56-58%
  4. Teknik Geologi, Teknik Geodesi, Teknik Geofisika, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Geofisika | kira-kira 54-55%
  5. Fakultas Kedokteran Unpad, UI, UGM, Undip, Unair, USU, Unibraw/UB, Unud, dll | kira-kira 58% sedangkan FK Unhas dan Unsri kira-kira 54%
  6. Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknik Industri Pertanian, Budidaya Perairan khususnya di IPB Bogor | 59%, untuk jurusan-jurusan pertanian lainnya sekitar 37-54% terutama di Unpad, UGM, Unibraw, Unhas

Program IPS:


  1. Manajemen, Akuntansi (UI, UGM, Unpad) | sekitar 61%
  2. Ekbang, HI, Fikom (UI, UGM, Unpad) | sekitar 58%
  3. Jurusan-jurusan Sastra | sekitar 36-52%
  4. Jurusan IPS di Universitas Pendidikan (seperti UPI, UNJ, dll) | sekitar 37-50%


Demikian informasi Sbmptn 2013 kami publikasikan pada anda. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Read more
Wednesday, January 9, 2013

Universitas Borneo

0 comments
Universitas Borneo atau Universitas Borneo Tarakan (UBT) didirikan oleh Yayasan Pinekindi pada tanggal 9 Oktober 1999 dan ditetapkan pada 30 Maret 2000 berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Pinekindi Nomor: 011/YP/TRK/III/2000. Unversitas Borneo secara resmi mulai penyelenggarakan proses belajar dan mengajar pada tanggal 5 Juni 2001, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 37/D/O/2001.

Universitas Borneo berada dalam kawasan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah baik berupa sumberdaya pesisir dan kelautan, hutan, tambang, lahan pertanian dan lainnya. Selain itu Universitas Borneo terletak pada geografis yang strategis dengan ciri khusus berada di dekat wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia serta Philipina.



Menyadari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi serta persaingan di berbagai bidang saat ini, maka pembangunan dan pengembangan pendidikan merupakan kata kunci dalam menyediakan Sumberdaya Manusia yang mampu berkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu Universitas Borneo membangun Visi dan mengembangkan Misi untuk mencapai tujuan diatas.

Visi dan Misi

Menyadari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi serta persaingan diberbagai bidang saat ini, maka pembangunan dan pengembangan pendidikan merupakan kata kunci dalam menyediakan sumberdaya manusia yang mampu berkompetensi baik ditingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu Universitas Borneo membangun Visi dan mengembangkan Misi untuk mencapai tujuan tersebut diatas

Visi :

Visi Universitas Borneo adalah sebagai pusat penyelenggara Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan akademik, mandiri, profesional, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya guna mendukung Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Borneo.

Misi :

Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang selaras dengan Pola Ilmiah Pokok Universitas Borneo.

Menghasilkan lulusan yang unggul.

Menggali, mengembangkan dan melestarikan temuan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

Menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya kepada masyarakat luas.

Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional dalam rangka penggalian, pengembangan, dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

Tujuan :

Membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan penuh rasa tanggung jawab demi masa depan Bangsa dan Negara.

Menyiapkan peserta didik menjadi Sumber Daya Manusia yang siap pakai untuk mengelola sumber daya yang ada, serta menjadikan mereka sebagai anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, Seni dan Budaya.

Meningkatkan mutu manusia Indonesia sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berwatak, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, terampil, kreatif, sehat jasmani dan rohani, cinta tanah air, dan memiliki rasa kesetiakawanan.

Profil Universitas

Tahun Berdiri

1999

Nama Rektor

Abdul Jabarsyah P.hD

Lokasi

Jl. Amal Lama No 1. Tarakan Kalimantan Timur

Alamat Kontak

telp, +625515507023

fax, +62551-5511158

email, ubt@borneo.ac.id


Read more

UIN Malang

0 comments
UIN Malang singkatan dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim atau Universitas Islam Negeri Malang merupakan UIN yang berada di kota Malang Jatim yang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.

Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.



Sejarah UIN Malang

Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004. Bermula dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syariah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang. Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan secara bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.

Dalam perkembangannya, ketiga fakultas cabang tersebut digabung dan secara struktural berada di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965. Sejak saat itu, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Melalui Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang bersamaan dengan perubahan status kelembagaan semua fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia yang berjumlah 33 buah. Dengan demikian, sejak saat itu pula STAIN Malang merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam otonom yang lepas dari IAIN Sunan Ampel.

Di dalam rencana strategis pengembangannya sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Pengembangan STAIN Malang Sepuluh Tahun ke Depan (1998/1999-2008/2009), pada paruh kedua waktu periode pengembangannya STAIN Malang mencanangkan mengubah status kelembagaannya menjadi universitas. Melalui upaya yang sungguh-sungguh dan bertanggungjawab usulan menjadi universitas disetujui Presiden melalui Surat Keputusan Presiden RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra ad Interim Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc bersama Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil Husin Munawwar, M.A. atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan tugas utamanya adalah menyelenggarakan program pendidikan tinggi bidang ilmu agama Islam dan bidang ilmu umum. Dengan demikian, 21 Juni 2004 merupakan hari jadi Universitas ini.

Sempat bernama Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS) sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI H. Hamzah Haz pada 21 Juli 2002 yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Sudan serta para pejabat tinggi pemerintah Sudan, secara spesifik akademik, Universitas ini mengembangkan ilmu pengetahuan tidak saja bersumber dari metode-metode ilmiah melalui penalaran logis seperti observasi dan eksperimentasi, tetapi juga bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang selanjutnya disebut paradigma integrasi. Oleh karena itu, posisi al-Qur’an, Hadits menjadi sangat sentral dalam kerangka integrasi keilmuan tersebut.

Secara kelembagaan, sampai saat ini Universitas ini memiliki 6 (enam) fakultas dan Program Pascasarjana, yaitu: (1) Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), (2) Fakultas Syariah, Jurusan Al-Ahwal al-Syakhshiyah, dan Hukum Bisnis Syariah (3) Fakultas Humaniora dan Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, dan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (4) Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, (5) Fakultas Psikologi, dan (6) Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika, dan Teknik Arsitektur, dan Program Pascasarjana mengembangkan 4 (empat) program studi magister, yaitu: (1) Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, (2) Program Magister Pendidikan Bahasa Arab, (3) Program Magister Studi Ilmu Agama Islam, dan (4) Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sedangkan untuk program doktor, Program Pascasarjana mengembangkan 2 (dua) program yaitu (1) Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam dan (2) Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab.

Ciri khusus lain Universitas ini sebagai implikasi dari model pengembangan keilmuannya adalah keharusan seluruh bagi anggota sivitas akademika menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melalui bahasa Arab, diharapkan mereka mampu melakukan kajian Islam melalui sumber aslinya yaitu al-Qur’an dan Hadis dan melalui bahasa Inggris mereka diharapkan mampu mengkaji ilmu-ilmu umum dan modern, selain sebagai piranti komunikasi global. Karena itu pula, Universitas ini disebut bilingual university. Untuk mencapai maksud terse­but, dikembangkan ma’had atau pesantren kampus di mana seluruh mahasiswa tahun pertama harus tinggal di ma’had. Karena itu, pendidikan di Universitas ini merupakan sintesis antara tradisi universitas dan ma’had atau pesantren.

Melalui model pendidikan semacam itu, diharapkan akan lahir lulusan yang berpredikat ulama yang intelek profesional dan atau intelek profesional yang ulama. Ciri utama sosok lulusan demikian adalah tidak saja menguasai disiplin ilmu masing-masing sesuai pilihannya, tetapi juga menguasai al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.

Terletak di Jalan Gajayana 50, Dinoyo Malang dengan lahan seluas 14 hektar, Universitas ini memordernisasi diri secara fisik sejak September 2005 dengan membangun gedung rektorat, fakultas, kantor administrasi, perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, kemahasiswaan, pelatihan, olah raga, bussiness center, poliklinik dan tentu masjid dan ma’had yang sudah lebih dulu ada, dengan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004.

Dengan performansi fisik yang megah dan modern dan tekad, semangat serta komitmen yang kuat dari seluruh anggota sivitas akademika seraya memohon ridha dan petunjuk Allah swt, Universitas ini bercita-cita menjadi center of excellence dan center of Islamic civilization sekaligus mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (al Islam rahmat li al-alamin).

Misi Universitas

1. Mengantarkan mahasiswa memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
2. Memberikan pelayanan dan penghargaan kepada penggali ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam.
3. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pengkajian dan penelitian ilmiah.
4. Menjunjung tinggi, mengamalkan, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan atas dasar nilai-nilai Islam dan budaya luhur bangsa Indonesia.

Visi Universitas

Visi Universitas adalah menjadi universitas Islam terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bernafaskan Islam serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat

Siklus Penjaminan Mutu :

1. Dokumen tentang Kebijakan Pendidikan, Standar Lulusan dan Pedoman Pendidikan Universitas dibuat dan ditetapkan untuk diimplementasikan
2. Dokumen tentang Manual Mutu, Sasaran Mutu tiap jurusan/ program studi/ unit, Manual Prosedur tiap jurusan/ program studi/ unit, dan Instruksi Kerja tiap jurusan/ program studi/ unit dibuat dan disahkan untuk diimplementasikan.
3. Pelaksanaan menggunakan pijakan terhadap dokumen-dokumen yang telah ditetapkan.
4. Monitoring dilakukan untuk mencegah/ mendeteksi secara dini kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses.
5. Pengukuran dan evaluasi diri dilakukan oleh masing-masing jurusan/ program studi/ unit terhadap proses yang telah dilakukan. Pengukuran dan evaluasi diri dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang ada di jurusan/ program studi/ unit tersebut telah berjalan sesuai dengan desain.
6. Audit Mutu Internal dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu untuk mengetahui berbagai; 1) kendala yang terjadi dalam pelaksanaan proses kegiatan di jurusan/ program studi/ unit, 2) Kelemahan sistem yang telah direncanakan, 3) Kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam proses pelaksanaan.
7. Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dilakukan terhadap hasil temuan dari Audit Mutu Internal untuk dicarikan jalan pemecahannya. Dari hasil RTM tersebut akan diputuskan apakah dilakukan tindakan koreksi (jika terjadi kesalahan dalam pelaksanaan) atau perbaikan Sistem Manajemen Mutu (SMM) (jika kelemahan ditemukan pada sistem). Perbaikan Sistem Manajemen Mutu tersebut dilakukan dengan memperbaiki Kebijakan, Standar, Manual Mutu, Manual Prosedur, Instruksi Kerja atau sistem pelaksanaan.
8. Demikian siklus berputar secara terus menerus dengan menekankan pengembangan secara terus menerus (continuous improvement) dengan menunjukkan praktek terbaik pada seluruh pelaksanaan proses.

Mekanisme Penjaminan Mutu :

1. Dalam melaksanakan Penjaminan Mutu, Universitas membentuk Lembaga Penjaminan Mutu yang bertanggung jawab kepada Rektor dan Pembantu Rektor.
2. Lembaga Penjaminan Mutu melaksanakan proses Sistem Penjaminan Mutu, mulai dari perencanaan sistem, pembuatan dokumen, implementasi dan pelaksanaan Audit Internal di lingkungan Universitas.
3. Fakultas membentuk Komite Penjaminan Mutu Fakultas, Program Pascasarjana membentu Komite Penjaminan Mutu PPs, Pusat Studi Bahasa membentuk Komite Penjaminan Mutu Studi Bahasa, dan Ma’had membentuk Komite Penjaminan Mutu Ma’had yang bertanggung jawab kepada Dekan atau Direktur atau Ketua.
4. Fakultas, PPs, Pusat Studi Bahasa dan Ma’had menindak lanjuti dengan menyusun rencana mutu dengan difasilitatori oleh Komite Penjaminan Mutu Fakultas.
5. Komite Penjaminan Mutu Fakultas, Komite Penjaminan Mutu Studi Bahasa dan Komite Penjaminan Mutu Ma’had melakukan pemeriksaan terhadap ketercapaian Sasaran Mutu dan melaporkannya kepada Dekan dan Lembaga Penjaminan Mutu.
6. Setiap 6 (enam) bulan sekali Lembaga Penjaminan Mutu akan melakukan kegiatan Audit Internal.
7. Proses Audit Internal dilakukan terhadap skup Sistem Penjaminan Mutu Universitas yang terjadi di semua Program Studi/ Jurusan, PKPBA, PKPBI, dan Ma’had.
8. Hasil Audit Internal akan diolah oleh bidang Sistem Informasi Jaminan Mutu untuk di laporkan kepada Ketua Lembaga Penjaminan Mutu. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu akan memberikan laporan dan rekomendasi kepada Rektor. Mendasarkan pada temuan audit mutu internal, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu juga dapat mengajukan Permintaan Tindakan Koreksi Kepada Rektor.
9. Rektor melalui PR terkait akan memerintahkan kepada Dekan, Jurusan/ Program Studi, Ketua PKPBA, PKPBI, Ma’had untuk melakukan tindakan perbaikan. Tindakan perbaikan yang berkaitan dengan ketidak-cukupan infrastrukur dan sumber daya harus difasilitasi oleh fakultas, PPs, PKPBA, PKPBI dan Ma’had; sedangkan ketidak- cukupan yang berkaitan dengan kompetensi personal harus ditindak lanjuti oleh fakultas, di mana fakultas dapat bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu.
10. Bidang Training and Development juga dapat melakukan pelatihan pada dosen ataupun tenaga administratif atas persetujuan/ Permintaan Pembantu Rektor.
11. Bidang Training and Development dan Komite Penjamin Mutu Fakultas, PPs, PKPBA, PKPBI dan Ma’had harus melakukan evaluasi/ pengukuran terhadap dampak dari tindakan perbaikan yang telah dilakukan.
12. Hasil Audit, laporan pemeriksaan dari Komite Penjaminan Mutu Fakultas akan dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). RTM diselenggarakan bersama antara Fakultas, PPs, PKPBA, PKPBI, Ma’had dengan Lembaga Penjaminan Mutu dan Rektorat.

Struktur Keilmuan

Bangunan struktur keilmuan Universitas didasarkan pada universalitas ajaran Islam. Metafora yang digunakan adalah sebuah pohon yang kokoh, bercabang rindang, berdaun subur, dan berbuah lebat karena ditopang oleh akar yang kuat. Akar yang kuat tidak hanya berfungsi menyangga pokok pohon, tetapi juga menyerap kandungan tanah bagi pertumbuhan dan perkembangan pohon.

Akar pohon menggambarkan landasan keilmuan universitas. Ini mencakup: (1) Bahasa Arab dan Inggris, (2) Filsafat, (3) Ilmu-ilmu Alam, (4) Ilmu-ilmu Sosial, dan (5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penguasaan landasan keilmuan ini menjadi modal dasar bagi mahasiswa untuk memahami keseluruhan aspek keilmuan Islam, yang digambarkan sebagai pokok pohon yang menjadi jati-diri mahasiswa universitas ini, yaitu: (1) Al-Qur’an dan as-Sunnah, (2) Sirah Nabawiyah, (3) Pemikiran Islam, dan (4) Wawasan Kemasyarakatan Islam.

Dahan dan ranting mewakili bidang-bidang keilmuan universitas ini yang senantiasa tumbuh dan berkembang, yaitu: (1) Tarbiyah, (2) Syariah, (3) Humaniora dan Budaya, (4) Psikologi, (5) Ekonomi, dan (6) Sains dan Teknologi. Bunga dan buah menggambarkan keluaran dan manfaat upaya pendidikan universitas ini, yaitu: keberimanan, kesalehan, dan keberilmuan.

Seperti keniscayaan bagi setiap pohon untuk memiliki akar dan pokok pohon yang kuat, maka merupakan kewajiban bagi setiap individu mahasiswa untuk menguasai landasan dan bidang keilmuan. Digambarkan sebagai dahan dan ranting, maka penguasaan bidang studi baik akademik maupun profesional, merupakan pilihan mandiri dari masing-masing mahasiswa.

Fakultas dan Program Pasca Sarjana

1. Fakultas Tarbiyah
• Jurusan Pendidikan Agama Islam
• Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
• Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
• Program Akta Mengajar IV

2. Fakultas Syariah
• Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyah
• Jurusan Hukum Bisnis Syariah

3. Fakultas Humaniora dan Budaya
• Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
• Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
• Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

4. Fakultas Psikologi
• Jurusan Psikologi

5. Fakultas Ekonomi
• Jurusan Manajemen

6. Fakultas Sains dan Teknologi
• Jurusan Matematika
• Jurusan Biologi
• Jurusan Fisika
• Jurusan Kimia
• Jurusan Teknik Informatika
• Jurusan Teknik Arsitektur

7. Program Pascasarjana
• Program Magister Manajemen Pendidikan Islam
• Program Magister Pendidikan Bahasa Arab
• Program Magister Studi Ilmu Agama Islam
• Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
• Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam
• Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab

Tujuan Pendidikan

1. Menyiapkan mahasiswa agar menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan/atau menciptakan ilmu penge-tahuan dan teknologi serta seni dan budaya yang bernafaskan Islam.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya yang bernafaskan Islam, dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.


Read more

Universitas Musamus

0 comments
Universitas Musamus merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) atau Unmus atau Unimmer merupakan universitas negeri yang berlokasi di Merauke. Lembaga pendidikan UNIMMER merupakan peralihan status kelembagaan dari STT Merauke, yang didirikan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 187/D/O/2001 tanggal 26 September 2001.

Pada tanggal 16 Agustus 2006, Menteri Pendidikan Nasional melalui DIKTI di Jakarta mengeluarkan Izin Penyelenggaraan dengan SK No. 160/D/O/2006 untuk 10 program studi baru jenjang S1, yakni: Arsitektur, Sistem Informasi, Administrasi Negara, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Pertanian, Teknik Pertanian, Perikanan, dan Peternakan SEKALIGUS perubahan bentuk STT Merauke menjadi Universitas Musamus Merauke dengan program studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika yang sudah berjalan.



Rektorat Unmus

REKTOR – Philipus Betaubun, ST. , MT

Wakil Rektor I – Daud Andang Pasalli, ST, M.Eng
Wakil Rektor II – Emiliana Bernadina Rahail, SH
Wakil Rektor III – Frederikus Gebze, SE

Dekan Fakultas Teknik – Nugroho Asrianto, ST
Dekan Fak. Eko. & Sospol – Alexander P. Dtjilen, SE.,M.Si
Wakil Dekan – Stanislaus Kahol, S.Sos
Dekan F. Pertanian – Ir. Abdullah Sarijan, M.IP
Wakil Dekan – Ir. Hanok Untajana
Dekan FKIP – Dr. Basilius R.W., SS., S.Sos., JCL
Wakil Dekan – Ermelinda Agnes Pure, S.Pd

Kabag. BAAK – Theresia Widi Asih Cahyati, ST., M.Sc
Kabag. BAU – Edy H.P. Melmambessy, S.Pi
Ka. UPT Sarana dan Prasarana – Ferdinandus Lewa
Ka. UPT Komputer – Susanto, S.Kom
Ka. UPT. Perpustakaan – Sanny Yustin, S.Sos
Ka. Jaminan Mutu – Drs. Abner Doloksaribu, MT
Ka. LITBANG – Drs. Samel Ririhena, M.Si



Read more
Sunday, January 6, 2013

SBMPTN 2013

2 comments
SBMPTN merupakan akronim dari Seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri. Seleksi SBMPTN menggunakan tes tertulis dan tes ketrampilan sebagai sistem penilaian. Teknis SBMPTN baru akan dirumuskan oleh tim panitia Ad Hoc SNMPTN pusat pada Januari 2013 dan baru akan disosialisasikan pada Februari 2013 mendatang. Dan sistem tes mandiri akan diberikan pada masing-masing PTN. Pada tahun ini, PTN wajib menerima minimal 60% peserta didiknya melalui SNMPTN. Sedangkan sisanya, terserah dari masing-masing PTN, dapat melalui SBMPTN maupun ujian Mandiri.

Sebagaimana diketahui bahwa ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) secara resmi dihapus. Dampak dari penghapusan terhadap sekolah tentu saja ada. Sekolah-sekolah yang mengetahui atau menyadari bahwa siswa-siswinya kurang kompeten, akan mendongkrak nilai- nilai anak didiknya agar bisa mendapatkan kesempatan SNMPTN undangan. Jalur undangan SNMPTN merupakan mekanisme SNMPTN berdasarkan penjaringan prestasi akademik, tanpa ujian tulis, yang ditujukan kepada SLTA atau sederajat.



Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan menggantikan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) jalur tulis, karena UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi mengatur seleksi yang bersifat nasional harus ditanggung pemerintah (gratis).

“Kalau namanya tetap SNMPTN jalur tulis, maka harus ditanggung pemerintah, karena itu namanya diubah menjadi SBMPTN untuk menyesuaikan dengan UU PT itu,” kata anggota Tim Humas Panitia Pusat SNMPTN 2013, Dr Dra Ismaini Zain MSi, di Surabaya, Jumat.

Didampingi stafnya Drs Imam Syafii, Ismaini yang juga Kepala Badan Akademik ITS itu menjelaskan cara masuk PTN akan tetap melalui tiga pintu yakni SNMPTN (jalur undangan / prestasi), SBMPTN (jalur tulis), dan jalur mandiri atau kemitraan.

“Pemerintah sudah mematok jalur SNMPTN sebanyak 50 persen dari kuota PTN yang bersangkutan, lalu jalur SBMPTN 30 persen dan jalur mandiri 20 persen. Jadi, caranya tetap sama, namun ada penyesuaian dengan UU PT Nomor 12/2012,” katanya.

Untuk jalur SNMPTN, katanya, biaya tes akan digratiskan pemerintah, namun biayanya belum ditentukan. Tahun lalu, biaya tes jurusan IPA atau IPS Rp150.000 per anak dan biaya tes jurusan IPC (campuran ikut IPA dan IPS) sebesar Rp175.000 per anak.

“Khusus SNMPTN hanya bisa diikuti siswa SMA lulusan terbaru (2013) dan menggunakan UN sebagai salah satu pertimbangan selain rapor sejak kelas 10 hingga 12 dan prestasi lain, sedangan SBMPTN dan jalur mandiri tidak menggunakan UN, namun murni hasil tes,” katanya.

Cara pendaftaran jalur SNMPTN adalah dilakukan secara kolektif oleh kepala sekolah. “Tahun ini, kami akan menyosialisasikan cara baru melalui PDSS atau pangkalan data sekolah siswa. Nantinya, sekolah memasukkan nilai siswa sejak kelas 10 hingga 12, sehingga data akan terekam dan saat pendaftaran secara kolektif tidak perlu memasukkan data lagi,” katanya.

Untuk jalur SBMPTN, katanya, peserta diharuskan membayar biaya tes dan pelaksana akan dilakukan secara regional oleh kepanitian yang dibentuk beberapa PTN terdekat. “Untuk tes ini, siswa dari dua angkatan sebelumnya (2011 dan 2012) bisa mengikutnya, lalu tes ketrampilan untuk jurusan tertentu akan dilaksanakan bersamaan dengan tes SBMPTN,” katanya.

Jalur terakhir yakni jalur mandiri, katanya, seleksi dan biaya diserahkan sepenuhnya kepada PTN yang bersangkutan. “Tapi, maksimal harus 20 persen siswa dan tidak boleh melebihi itu. Pihak PTN bisa juga melakukan kemitraan dengan pemerintah daerah, kementerian, atau kalangan swasta,” katanya.

Ia menambahkan pendaftaran SNMPTN akan dimulai 1 Februari hingga 8 Maret 2013, seleksi pada 9 Maret hingga 27 Mei 2013, pengumuman 28 Mei 2013, dan pendaftaran ulang pada 11-12 Juni.

“Untuk kepentingan SNMPTN itu, PDSS akan dimulai 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013, sedangkan pendaftaran dan seleksi SBMPTN masih menunggu keputusan panitia pusat dan lokal,” katanya.

Read more
Saturday, January 5, 2013

Situs Sbmptn

0 comments
Situs Sbmptn dikembangkan untuk memberi info Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri sebagai pengganti Snmptn jalur tertulis.

SBMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri. Seleksi SBMPTN menggunakan tes tertulis dan tes ketrampilan sebagai sistem penilaian. Teknis SBMPTN baru akan dirumuskan oleh tim panitia Ad Hoc SNMPTN pusat pada Januari 2013 dan baru akan disosialisasikan pada Februari 2013 mendatang. Dan sistem tes mandiri akan diberikan pada masing-masing PTN. Pada tahun ini, PTN wajib menerima minimal 60% peserta didiknya melalui SNMPTN. Sedangkan sisanya, terserah dari masing-masing PTN, dapat melalui SBMPTN maupun ujian Mandiri.

Sebagaimana diketahui bahwa ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) secara resmi dihapus. Dampak dari penghapusan terhadap sekolah tentu saja ada. Sekolah-sekolah yang mengetahui atau menyadari bahwa siswa-siswinya kurang kompeten, akan mendongkrak nilai- nilai anak didiknya agar bisa mendapatkan kesempatan SNMPTN undangan. Jalur undangan SNMPTN merupakan mekanisme SNMPTN berdasarkan penjaringan prestasi akademik, tanpa ujian tulis, yang ditujukan kepada SLTA atau sederajat.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan menggantikan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) jalur tulis, karena UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi mengatur seleksi yang bersifat nasional harus ditanggung pemerintah (gratis).

“Kalau namanya tetap SNMPTN jalur tulis, maka harus ditanggung pemerintah, karena itu namanya diubah menjadi SBMPTN untuk menyesuaikan dengan UU PT itu,” kata anggota Tim Humas Panitia Pusat SNMPTN 2013, Dr Dra Ismaini Zain MSi, di Surabaya, Jumat.

Didampingi stafnya Drs Imam Syafii, Ismaini yang juga Kepala Badan Akademik ITS itu menjelaskan cara masuk PTN akan tetap melalui tiga pintu yakni SNMPTN (jalur undangan / prestasi), SBMPTN (jalur tulis), dan jalur mandiri atau kemitraan.

“Pemerintah sudah mematok jalur SNMPTN sebanyak 50 persen dari kuota PTN yang bersangkutan, lalu jalur SBMPTN 30 persen dan jalur mandiri 20 persen. Jadi, caranya tetap sama, namun ada penyesuaian dengan UU PT Nomor 12/2012,” katanya.

Untuk jalur SNMPTN, katanya, biaya tes akan digratiskan pemerintah, namun biayanya belum ditentukan. Tahun lalu, biaya tes jurusan IPA atau IPS Rp150.000 per anak dan biaya tes jurusan IPC (campuran ikut IPA dan IPS) sebesar Rp175.000 per anak.

“Khusus SNMPTN hanya bisa diikuti siswa SMA lulusan terbaru (2013) dan menggunakan UN sebagai salah satu pertimbangan selain rapor sejak kelas 10 hingga 12 dan prestasi lain, sedangan SBMPTN dan jalur mandiri tidak menggunakan UN, namun murni hasil tes,” katanya.

Cara pendaftaran jalur SNMPTN adalah dilakukan secara kolektif oleh kepala sekolah. “Tahun ini, kami akan menyosialisasikan cara baru melalui PDSS atau pangkalan data sekolah siswa. Nantinya, sekolah memasukkan nilai siswa sejak kelas 10 hingga 12, sehingga data akan terekam dan saat pendaftaran secara kolektif tidak perlu memasukkan data lagi,” katanya.

Untuk jalur SBMPTN, katanya, peserta diharuskan membayar biaya tes dan pelaksana akan dilakukan secara regional oleh kepanitian yang dibentuk beberapa PTN terdekat. “Untuk tes ini, siswa dari dua angkatan sebelumnya (2011 dan 2012) bisa mengikutnya, lalu tes ketrampilan untuk jurusan tertentu akan dilaksanakan bersamaan dengan tes SBMPTN,” katanya.

Jalur terakhir yakni jalur mandiri, katanya, seleksi dan biaya diserahkan sepenuhnya kepada PTN yang bersangkutan. “Tapi, maksimal harus 20 persen siswa dan tidak boleh melebihi itu. Pihak PTN bisa juga melakukan kemitraan dengan pemerintah daerah, kementerian, atau kalangan swasta,” katanya.

Ia menambahkan pendaftaran SNMPTN akan dimulai 1 Februari hingga 8 Maret 2013, seleksi pada 9 Maret hingga 27 Mei 2013, pengumuman 28 Mei 2013, dan pendaftaran ulang pada 11-12 Juni.

“Untuk kepentingan SNMPTN itu, PDSS akan dimulai 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013, sedangkan pendaftaran dan seleksi SBMPTN masih menunggu keputusan panitia pusat dan lokal,” katanya.

Read more

Topics

Beasiswa (3) Bidikmisi (1) General (2) IAIN Sunan Ampel (1) IAIN Walisongo (2) Ipb (1) ITB (3) Its (1) Kerjasama (1) Latihan Soal (1) Pembayaran Sbmptn (6) Pendaftaran Sbmptn (26) PTN Sbmptn (64) SBMPTN 2013 (36) Snmptn (1) Soal Sbmptn (1) UB (1) UBB (1) Ubt (1) Ugm (2) UI (3) UIN Alauddin (1) UIN Bandung (1) UIN Jakarta (1) UIN Malang (1) UIN Riau (1) UIN Yogyakarta (1) Ujian Nasional (1) Ujian Sbmptn (1) Ujian Tulis (4) UM (1) Umrah (1) Unair (1) Unand (2) Uncen (1) Undana (1) Undiksha (1) Undip (2) Unej (1) Unesa (1) Ung (1) Unhalu (1) Unhas (1) Unib (1) Unijoyo (1) Unila (1) Unima (1) Unimal (2) Unimed (1) Unipa (1) UNJ (1) Unja (1) Unkhair (1) Unlam (1) Unm (1) Unmul (1) Unmus (1) Unnes (1) UNP (1) Unpad (4) Unpar (1) Unpatti (2) Unram (1) Unri (1) Unsoed (1) Unsrat (1) Unsri (1) Unsyiah (2) Untad (1) Untan (1) Untirta (1) Unud (1) Uny (1) Upi (1) USU (1)
 
Sbmptn © 2011 Schools Directory & World Sharings. Supported by Google docs viewer

Thanks for All friends