Simak, 6 Kebijakan SBMPTN 2019 Terbaru
Cari Berita

Simak, 6 Kebijakan SBMPTN 2019 Terbaru

December 28, 2018

SBMPTN tahun 2019 akan sangat berbeda dari tahun sebelumnya dikarenakan Kemenristekdikti telah memutuskan 6 kebijakan terbaru terkait SBMPTN yang akan digelar nantinya.

Mohamad Nasir sesaat konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 yang bertempat di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti menyebutkan terdapat ada beberapa ketentuan baru, termasuk sistem tes yang akan dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN yang di inginkan.

Inilah 6 Kebijakan SBMPTN 2019 terbaru dari Kemenristekdikti terkait model dan proses seleksi SBMPTN 2019.
Kebijakan SBMPTN 2019

Inilah 6 Kebijakan SBMPTN 2019 terbaru dari Kemenristekdikti terkait model dan proses seleksi SBMPTN 2019. Kebijakannya tentang peningkatan model atau bentuk dan proses seleksi berstandar nasional yang mengacu pada prinsip adil, transparan,fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital saat ini.

2. Institusi LTMPT


LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru.

Nah, lembaga ini yang akan memiliki peran penting saat SBMPTN di tahun 2019. Untuk fungsinya sendiri, LTMPT mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor.

3. Hanya akan ada 1 model/ bentuk tes


Menristek juga menambahkan, bahwa pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) akan ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dalam tahap pengembangan).

4. Anda Bisa melakukan tes 2 kali


Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes SBMPTN 2019 bisa mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes.

Ia menambahkan peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda.

Ia juga menjelaskan, hal ini dimaksudkan agar efektif dalam menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai dengan perkembangan teknologi informasi di era digital saat ini.

5. Akan Ada 2 materi tes


Lebih lengkapnya, Mohamad Nasir menjelaskan pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Untuk soal TKA, lanjut Menristek, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).

6. UTBK akan diselenggarakan 24 kali


Ravik juga menambahkan, UTBK tersebut akan dilakukan sebanyak 24 kali dalam setahun. "Kami akan menyelenggarakan UTBK selama 24 kali dalam setahun, dalam waktu 12 hari yakni Sabtu dan Minggu," jelasnya. Pelaksanaan SBMPTN ini akan dilaksanakan bulan Maret 2019 dan akan serentak dimulai Pukul. 08.00 dan Pukul. 13.00, lugasnya.

Mohamad Nasir mengutarakan bahwa pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur sperti tahun sebelumnya yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing daya tampung SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

IKLAN DISINI